Selasa, 17 Agustus 2010

Positive Ideas needs PURPOSE

Dari judul artikel ini mungkin sudah lumrah bagi anda yang sering membaca dan mengetahui cara berpikir positif yang benar. Orang seringkali menyepelehkan cara - cara berpikir positif dan terkadang tanpa alasan yang jelas bahkan hanya dengan alasan agar bisa berdamai. Berpikir positif tanpa ada alasan atau tujuan yang jelas tidak akan menghasilkan buah yang baik. Sama saja dengan berjalan dengan mata tertutup. Kita tidak akan tahu ujungnya. Berpikir positif juga bukan jalan tengah dalam penyelesaian masalah tetapi berpikir positif seharusnya menjadi solusi atau jalan keluar suatu masalah sekalipun. Jika kita mengartikan berpikir positif sebagai jalan keluar dari masalah yang kita hadapi, maka kita akan berpikir positif dengan keyakinan penuh namun tetap mengerti keadaan. Contoh mudahnya, saat kita sakit. Saat sakit, tentunya kita ingin sembuh maka jangan pernah memperlihatkan kepada orang lain bahwa anda sakit (kecuali sudah terbaring). Bersikaplah layaknya orang sehat dan ketika orang bertanya kabar anda, jawab dengan lantang "Saya sehat walafiat". Meskipun kita bertindak layaknya orang sehat, jangan lah lupa dengan tujuan awal anda "Ingin Sembuh". Ingat pada tujuan awal akan membawa kita kepada kesuksesan pikiran positif anda karena anda akan teringat untuk tetap menjaga pola hidup karena sebenarnya anda tetap dalam kondisi sakit. Ini hanyalah satu contoh dari sekian ribu masalah yang anda hadapi.

Ingatlah, meski beribu masalah telah dilawan dengan pikiran positif, masalah tersebut tidak akan selesai tanpa landasan pikiran positif yang jelas dan kuat

Minggu, 17 Januari 2010

Benci

Nah, yang satu ini juga sudah menjamur. Hampir setiap orang mempunyai perasaan yang satu ini. Ada yang sampai merasa haram untuk bertemu muka, ada yang tidak berteguran, dan ada pula yang cukup menghapus pertemanan dari situs jejaring Facebook. Apa pun bentuknya, tetap saja itu rasa benci yang tidak baik untuk disimpan. Ketika anda bertemu dengan orang yang dibenci, tentu saja negative thinking segera melonjak di benak anda. Apa saja yang dilakukan orang yang kita benci selalu buruk di mata kita. Mereka nampak seperti iblis hanya karena kesalahan yang tidak mampu kita maafkan. Namun, bukalah mata anda lebar - lebar. Percaya tidak percaya, orang yang kita benci mengandung sebagian dari diri kita dan terkadang tingkat egoisme kita pun sama dengan mereka. "Ah, tidak! Tidak mungkin!" Jika perkataan inilah yang keluar dari mulut anda, jangan heran bila saya bilang tingkat egoisme anda sama dengan orang yang anda benci. Terlebih lagi,egoisme kita sangat nampak ketika kita tidak dapat memaafkan mereka.

Jadilah orang yang lebih dewasa dengan memaafkan orang yang kita benci. Kesuksesan kita memaafkan orang lain terutama orang yang kita benci, menunjukkan keberhasilan kita memangkas egoisme negatif kita.

Cemooh dari kerabat atau orang lain

Kita sudah lazim mendengar cemooh maupun perkataan jelek tentang diri kita. JELEK! BODOH! GENDUT! CEMEN! CUPU! PECUNDANG! Wah, sudah akrab sekali di telinga kita. Perkataan itu keluar dari mereka yang hanya melihat sisi negatif dari kita. Yakinlah bahwa banyak kemampuan dalam diri kita hanya saja kita belum bisa menemukannya. Perkataan - perkataan jelek tersebut jangan pernah kita bawa sampai ke lubuk hati yang terdalam. Percuma! Anda jangan sekali - kali kecewa dengan mereka yang menjelekkan kita. Mereka malah memuji kita. Why?? Karena mereka yakin bahwa andalah orang yang paling sabar dan dewasa untuk menerima cemooh tersebut.

Jadi, mulai sekarang berterima kasihlah kepada orang yang mencemooh anda karena mereka bukan bermaksud mencemooh anda melainkan memuji bahwa anda adalah orang yang paling sabar